Perihal Stunting di HGN 2022: Pencegahannya Masih Penting

Uniiyani SD

Hi U~

Masih hafal kapan itu Hari Gizi Nasional? Yaitu tanggal 25 Januari tiap tahunnya.

Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 di tahun 2022 ini, jadi momentum pengingat sudah sampai dimana keberhasilan dari pelaksanaan berbagai program yang berkaitan dengan gizi. Salah satunya, tentu saja adalah stunting.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengadakan Webinar pada Kamis, 3 Februari lalu. Temanya adalah “Cegah Stunting Selalu Penting”. Ada tiga pembicara dari beda latar belakang, yaitu Sri Sukotjo (Nutrition Specialist – UNICEF Indonesia), AndriyaniWagiyanto (Head of Nutrition and Health PT Unilever Indonesia) dan Fransisca Wulandari (Grants Manager – Tanoto Foundation).

Mengingat lagi: apa stunting itu

Ada berbagai literasi yang sudah banyak membahas apa pengertian, ciri-ciri dan hal lainnya terkait pengetahuan tentang stunting. Hanya perlu memilah dan memilih mana yang bisa dijadikan acuan terpercaya.

Situs dan media sosial Kemenkes bisa menjadi salah satu rujukan para orang tua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya. Masih banyak pasangan ibu dan ayah tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menambah pemahaman sebagai orang penting bagi bayi dan balita mereka.

Secara singkat, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup lama. Kurang asupan gizi pada anak ini bisa karena kurang jumlah porsi makan dan minum atau bisa juga karena kurang nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut.

Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Optimal untuk Cegah Stunting

Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) menjadi sangat penting untuk 1000 HPK, atau seribu hari pertama kelahiran. Sebab dari data global stunting meningkat secara cepat pada rentang usia anak 6 sampai 23 bulan.

Kebutuhan Gizi anak pada usia 0-23 bulan sangat tinggi, karena berikut:
• Periode pertumbuhan pesat
• Pertumbuhan otak hingga 75% ukuran otak dewasa dewasa
• Lebih dari 1 juta koneksi saraf dibentuk dibentuk setiap detik
• Berat badan meningkat 4x lipat
• Tinggi badan meningkat hingga75%

Rekomendasi UNICEF dan WHO, terhadap standar praktik PMBA sebagai berikut:

• Inisiasi Menyusu Dini
• ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama
• Pemberian Pemberian MP -ASI berkualitas pertama pada saat bayi usia 6 bulan. Sebab, memperkenalkan MP -ASI terlalu dini meningkatkan risiko kontaminasi patogen dan mengganti pemberian ASI dengan nilai gizi tinggi. Serta, memperkenalkan MP -ASI yang terlambat membuat bayi tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang
• Terus menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih dengan MP -ASI yang tepat dan berkualitas

Ada beberapa hal penting yang perlu diingat dalam praktek PMBA, diistilahkan dalam singkatan: “UFREJUTEK VARES BERSIH”

Leave a Reply

Your email address will not be published.